Ketik Times, Jakarta, 12 Juni 2026 : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama resmi meluncurkan gerakan masif bertajuk Peaceful Muharam 1448 H. Gerakan ini mengusung 16 program strategis yang dirancang khusus untuk membawa perubahan nyata di masyarakat melalui pendekatan spiritual, sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.
Peluncuran program ini digelar dalam acara Bimas Islam Talks: Peaceful Muharam 1448 H – Public Expose di Aula Utama Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Agenda kolaboratif bersama lembaga filantropi Islam ini dihadiri oleh berbagai mitra strategis, pengelola masjid, serta perwakilan masyarakat.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa perayaan Muharam tahun ini tidak boleh terjebak dalam agenda seremonial belaka. Kemenag ingin memastikan nilai-nilai keagamaan mewujud dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
“Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Abu Rokhmad.
Lewat tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, rangkaian program ini sengaja didesain inklusif agar menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid.
Sebanyak 16 program unggulan siap digulirkan sepanjang momentum Peaceful Muharam 1448 H. Untuk memudahkan masyarakat, program-program tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa fokus gerakan:
• Spiritual & Doa Bersama: Peringatan Tahun Baru Islam, 100.000 Khataman Al-Qur’an, dan Doa Bersama untuk Bangsa.
• Anak Muda & Kampus: Muharaman Bersama Gen Z, Halal Goes to Campus, RECONNECT, serta Bimas Islam Talks.
• Kepedulian Sosial: Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest & Islamic Wedding Expo.
• Kesehatan & Gaya Hidup: CFD Peaceful Muharam, CFD SIGAP Mas, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, serta Gerakan Nasional Hijrah dari Israf (berlebihan) dan Tabdzir (mubazir).
• Ekonomi & Internasional: Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, serta Halal Brands and Food Expo.
Demi memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran, Kemenag mengandalkan para penyuluh agama yang tersebar di berbagai pelosok daerah. Abu menilai posisi mereka sangat strategis karena mendampingi masyarakat langsung dalam berbagai fase kehidupan—mulai dari pembinaan keluarga hingga penguatan harmoni sosial.
“Para penyuluh diharapkan menjadi agen informasi, agen pembangunan, sekaligus agen perubahan sosial yang mampu menjembatani program keagamaan dengan kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang berharap Peaceful Muharam 1448 H mampu memperkuat wajah agama yang damai, memperluas kemanfaatan sosial, serta memperkokoh persaudaraan kebangsaan. Kemenag optimistis, sinergi kuat bersama lembaga filantropi dan pengelola zakat-wakaf akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi umat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, perwakilan media, lembaga filantropi Islam, pengelola zakat dan wakaf, serta mitra strategis Ditjen Bimas Islam.






